Call Us : (+62) 085 747 005 151
Kontak Person : Ibu Indah Khasanah
Selasa, 07 Januari 2014

KAIN TENUN TROSO JEPARA

IDR 200.000
Kode barang -
Ukuran -
Warna -
Bahan -
Stok Ready / out




Destinasi :
Pusat Kain Tenun, Troso Jepara
Oleh Suryadin Laoddang

Jepara adalah kota ukir, Jepara adalah kota Kartini, mungkin semua orang sudah tau tentang itu. Kalau Jepara disebut kota tenun, mungkin banyak mengernyitkan kenin, padahal produksi kain tenun Jepara sudah dikenal hingga mancanegara. Untuk skala nasional saja, produksi kain tenun Jepara mampu merajai pasar kain tenun di  Tanah Abang Jakarta dan seantero Pulau Bali. Tradisi adat dan Agama masyarakat bali yang sarat dengan perayaan menjadikan kebutuhan kain adat seperti kamen (sarung Bali) dan kebaya Bali menjadi sangat tinggi. “Tiap bulan saat purnama selalu ada perayaan di Bali dan setiap perayaan orang bali pasti butuh kamen baru, kebutuhan mereka dipasok dari Jepara ini” cerita Sitti Nurhidayah (27), salah satu pengusaha kain tenun Troso di Jepara.
Menjelang tanggal 14 dalam penanggal Qomariyah hampir dipastikan barang-barang kiriman berupa kain tenun dari Jepara akan memenuhi gudang-gudang jasa ekspedisi di pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur dan Gilimanuk Bali. Kiriman tersebut rata-rata mencapai 5 truk, jumlah yang luar biasa. “Bagi orang Bali, beribadah dengan pakaian terbaik atau terbaru akan membuat ibadah mereka terasa lebih sempurna” tambah gadis lulusan STIMIK AKAKOM Yogyakarta ini.
                Pusat kain tenun Jepara ini terletak di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Kurang lebih 6-7 jam dari Yogyakarta, bisa ditempuh dengan jasa Travel yang langsung diantar ke tempat tujuan. Bisa juga dengan naik bis umum dari Yogyakarta, turun di terminal Terboyo Semarang, dilanjutkan dengan mini bis umum ke Jepara. Turun depan Masjid Walisongo Pecangaan, selanjutnya gunakan jasa ojek, cukup 7 menit anda sudah bisa tiba di lokasi. Di desa seluas 711,9 Ha KM ini terdapat setidaknya 6.000 Perajin kain sutera baik skala rumah tangga hingga bilangan Industri Kecil Menengah. Seperti dirilis oleh Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Tengah (2011), perajin kain tenun Jepara mampu memproduksi minimal 744.000 Meter kain per bulan. Disamping menciptkan motif sendiri, para perajin juga menerima pesanan motif tertentu sesuai keinginan konsumen.
Perputarakan ekonomi kain tenun Troso sempat “tiarap” sejak badai krisis ekonomi 1998 hingga Bom Bali 2000. Namun memasuki tahun 2005 kain tenun Troso kembali menggeliat. Tekstur dan motif kain tenun yang bersifat “limeted edition” dan diproduksi dengan peralatan ATBM menjadikan kain tenun memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh kain tekstil pabrikan yang diproduksi massal dengan motif yang seragam.
                Memasuki desa Troso, maka sepanjang perjalanan Anda akan disambut dengan sajian musik khas dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terdengar hampir dari semua rumah penduduk mulai dari jam 5 pagi hingga jam 2 malam. Anda juga akan sering berpapasang dengan para warga yang hilir mudik membawa buntalan benang atau palet berisi kain/benang setengah jadi. Di pinggir jalan hingga jalan setapak banyak tersaji jemuran berisi benang-benang yang baru saja diwarnai dan menunggu kering untuk masuk pada proses berikutnya. Sementara dipinggir jalan poros utama desa Troso di kiri dan kanan jalan berjejer berbagai toko dan gerai kain tenun yang memasang berbagai jenis kain tenun.
Variasi kain, tersedia dari kain katun, seser polos, seser pelangi, sutera viskos, bahkan kain sutera. Selain variasi bahan dan warna, tenun kain Troso yang lekat dengan perpaduan warna pesisirnya (cerah dan meriah) juga hadir dalam berbagai motif seperti motif SBY, Putri Ayu, Iwak Peyek, Kotak Tabur, Rangrang, hingga Meto Belong dan motif lainnya. Motif-motif tersebut dapat dibeli dalam partai kecil atau besar dalam bentuk meteran (potongan) atau gulungan dengan kisaran harga 85 ribu hingga 120 ribu di tangan perajin, sementara di toko atau gerai kain tenun mencapai harga 150 ribu hingga 300 ribu.
Jika Anda beruntung, Anda dapat membelinya dengan harga lebih murah lagi langsung dari tangan para perajinnya. Untuk itu datanglah tiap Rabu sore antara jam 16.00 – 18.00 WIB, saat itu para perajin atau juragan kain sedang “butuh uang cash” untuk membayar karyawan esok paginya. Sebagai catatan, para perajin Troso mengenal bayaran mingguan yang dibayar tiap Kamis sore, karena hari Jumat mereka libur. Sitti Nurhidayah, gadis “juragan” tenun tersebut dapat dihubungi di 085 228 2222 82.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar